Wednesday, October 21, 2009

Gravitasimu...

| | 0 respon dari pembaca

seperti menyelam ke tempat yang dalam
melewati beribu cahaya
lalu sampai ke tempat itu
di mana aku menemukan sebuah kenyamanan yang sangat
ketika sebuah titik kecil,
seperti inti atom, indah di tempatnya
tidak gemerisik,
tetap tenang seperti air sungai di malam hari

aku menyelam semakin dalam
ada sesuatu yang menarik,
gravitasimu begitu besar
dan aku terus terbawa
tapi tak sampai dalam
karena aku terlanjur menyadari
bahwa sebuah atom positif dan atom positif tak mungkin menyatu
terlihat begitu dekat
akrab dan hangat
tetapi kita tak kan pernah bisa menyatu
tak ada kata overlap

betapa sering aku menyelam
walau tak ada ikan, tak ada karang warna-warni
yang kulihat hanyalah sebuah keindahan abstrak
yang tampak oleh orang lain jika mereka juga menyelam
sama sepertiku, mereka ingin menyelam lebih jauh
menemukan kedamaianmu
di dekatmu dan di balik hatimu

ada keindahan yang tak terungkapkan
jikalau saja kau bisa melihatnya,
persis seperti apa yang kulihat
pasti kau ingin menyelam terus
dan tak ingin ke permukaan
karena keindahannya begitu menyilaukanmu
walau itu berarti merobek hatimu
dan memecah belah perasaanmu
tapi aku ingin menyelam lebih jauh
karena gravitasimu begitu besar

andai aku bisa menyelam ke tempat yang lebih dalam
mungkin kini aku sedang terpikir tentang bayangmu
sesuatu yang indah
bukan ciptaan yang biasa, karena kau amat istimewa
dan tetap walau aku tidak menyelam sedalam yang kuinginkan,
tetaplah bayangmu yang memenuhi benakku
terus menerus seperti itu

kalau boleh
aku ingin sekali lagi
terakhir kali atau mungkin beberapa kali sebelum terakhir
aku ingin menyelam lebih jauh lagi
menemukan sesuatu yang baru
karena setiap aku menyelam jauh ke dalam jiwamu,
itu menenangkan batinku...


-by: wieke, yang sedang belajar kimia, 12 menit sebelum tengah hari
Read more...

Monday, October 19, 2009

Break Up

| | 0 respon dari pembaca

Tadi gw baru liat status seorang teman yang sudah berpacaran setahun lebih tiba-tiba single. Sumpah gw ga percaya karena mereka awet-awet aja, cocok banget, rukun, dan kalo menurut gw masing-masing setia kok. Lantas kenapa musti putus?

Gw heran, padahal gw yakin banget keduanya masih punya perasaan yang sama. Emang sih LDR, tapi ya apa salahnya LDR? Toh cowoknya setia, bawa mobil, jadi gampang mo main-main ke bandung. Kenapa hal itu terjadi? Gw sangat menyayangkan, karena gw ga yakin ada wanita lain yang bisa mengimbangi si cowok (sotoy).

Yah tapi hidup terus berjalan. Suka atau ga, waktu terus berjalan dan yang bisa kita lakukan adalah berusaha setiap hari untuk mencapai apa yang kita inginkan.
Read more...

Kamar Nodame

| | 0 respon dari pembaca


Ini dia hasil beres" kamar kemaren..
Read more...

Monday, October 12, 2009

Air di kosan

| | 0 respon dari pembaca











Jadi ceritanya air kosan gw suka mampet, dan udah 3-4 hari ini tambah parah, air dari siang sampe malem ga nyala, cuma mengandalkan air tampungan di drum gitu. Nah bete kan jadinya blogger-emoticon.blogspot.com Belom lagi kodok lagi kena penyakit langganan (baca:diare) jadilah hidup gw sengsara. Tiap kali gw sakit perut gw tahan, sampe perut gw buncit. Bayangkan!

Dan kemaren ya, fyi air ga nyala dari paginya. Alhasil sampe sore gw ga mandi dan malemnya baru numpang mandi di kosan temen. Ajegile.

Nah kabar gembiranya adalah barusan aja, pas gw lagi di kamar ada bunyi air nyala gitu kan, dan ada suara-suara mbak (asisten rumah tangga nya) dan suara ibu kos yang nampaknya lagi ngecek kamar mandi, dan tadaaaaa.. ada suara air. Gw pikir, oh mungkin lagi ngetes air doang:yawn: biasanya air suka nyala beberapa detik terus mati lagi.

Pas gw keluar kamar mo buang sampah, eh mbaknya bilang, 'mbak (aneh ya, gw manggil dia mbak dan dia manggil gw mbak), mandi mbak, airnya udah nyala' -si mbak ngomong dengan muka sumringah- dan gw, layaknya mendapat uang kaget langsung beralhamdulillah dan berterimakasih pada mbaknyablogger-emoticon.blogspot.com

Nyala nya air kosan itu gw rayakan dengan langsung menunaikan hajat yang telah gw undur-undur (kayak nama hewan) dari kapan tau. Naah jadilah sekarang gw sudah plong. Walaupun perut masih buncit (ternyata itu gara-gara lemak, gw kira gara" ga b.a.b. ), hati ini senang:woooh::woooh::woooh:


Ps. memang betul pepatah you don't know what you've got till it's gone. Sekarang gw lebih menghargai apa yang telah gw dapatkan (kodok the sage) pika21
Read more...

Saturday, October 10, 2009

Five Things

| | 0 respon dari pembaca

Saat ini ada 5 hal yang membuat gw bete

Satu Kamar gw berantakan

Dua Air kosan mati

Tiga Sakit perut

Empat Rambut gw rontoknya makin parah

Lima Laper


blogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.com


--kembali postingan nyampah--
Read more...

Friday, October 2, 2009

Flexible Feet

| | 0 respon dari pembaca




Your Feet Say You're Flexible



You are not very expressive. You tend to keep your emotions to yourself.



You are a very passionate person. You are highly charged and easily inspired.



You are an assertive person at times. You'll pull out all the stops to get what you want, if it's worth it.



You don't fall in love easily. It's hard for you to connect to people, and you don't have many attachments.



You are not afraid of anything. You are brave and courageous, even when most people would be terrified.



You are very practical and down to earth. You're more concerned with action than thoughts.



You are an amazingly hard worker. You aren't spoiled and you don't mind getting your hands dirty.



You are easily influenced by other people. You're quite impressionable, so you should only be around people who are a good influence.




Gak ada ide buat posting jadi ngepost ginian deh...
Read more...

So Spooky

| | 0 respon dari pembaca

Tadi malem jam 8-an (malem) gw dan adis -temen kosan- mau belajar kalkulus di kosannya kak meta (anak S2 stei, sebelumnya ngekos di kosan gw yg sekarang). Kita ketemuan sama k meta di pangkalan ojek deket kosan gw. Ternyata hujan, akhirnya sambil neduh kita nunggu angkot ungu. Kondisinya lumayan rame lah, banyak tukang ojek, dan orang" berseliweran. Angkotnya lama banget datengnya, tapi akhirnya ada juga. Angkotnya distopin tukang ojek di pangkalan itu kan, karena hujan agak deras jadi supir angkotnya ga begitu ngeliat. Sambil berlari kecil karena masih hujan, kita bertiga naiklah itu angkot menuju kosannya k meta di cisitu indah. Ada seorang cewek, diduga anak itb, juga ada di situ. Total ada 4 penumpang jadinya.

Semuanya berjalan seperti biasa, kita duduk diem gitu. Di tengah perjalanan..

tidididit... tidididit..

ada suara weker gitu kan. Trus kan kita bertanya-tanya, itu dari mana asal bunyinya. Udah kita cek hape dan tas masing-masing, tapi ternyata bukan berasal dari hape atau tas kita. Yaudah, mungkin itu dari wekernya abang angkot. Kan biasanya angkot suka ada jam weker ditempel di deket setir.

Kita jalan terus, hening ditemani dengan suara tidididit. Pas udah deket tujuan, pada ngumpulin uang buat bayar angkot kan, k meta dan adis ngasih ongkos ke gw. Udah sampe, dan semuanya pada turun, cewek itu, adis, k meta, dan gw turun belakangan. Dan itu suara weker entah kenapa membuat perasaan gw ga enak. Dan begitu gw menunduk menuju pintu keluar angkotnya, ada bau melati menusuk hidung gw. Jeng jeng. Fyi, gw ga pernah nyium bau melati semenjak di bandung ya. Dan bau melati itu tercium jelas pas di deket pintu angkotnya. Gw teringat akan cerita" serem tentang angkot yang pernah diceritain temen. Semua berkelebat di benak gw.

Horor. Anjrit, gw turun belakangan dan adis k meta pada udah ke sebelah sana buat berteduh. Dan gw adalah pemegang ongkosnya.

Dengan ragu campur serem, gw turun, dan gw udah mikir nggak", takut ngasih ongkos ke supirnya. Ya tau kan, kalo ngasih ongkos angkot, tangan kita mesti ngulurin ke dalem. Dan adegan di film" membuat gw berpikir takut tiba" dari bawah ada yg megang tangan gw.

Dan pas gw mau ngasih ongkosnya. Jeng jeng lagi. Supirnya, dengan ekspresi datar (gw merhatiin banget, berhubung gw lagi paranoid, jadi ibarat slow motion, gw ga langsung ngasih ongkosnya. Gw merhatiin tuh supir dulu.) karena kulit aslinya coklat seperti tukang angkot pada umumnya, gw bisa melihat kalo dia agak pucat gitu (tanpa melebih-lebihkan). Bisa aja sih, karena kedinginan lagi ujan, jadi efek kedinginan. Tapi ya, percayalah pada gw bahwa seumur-umur gw naik angkot gw ga pernah ngeliat supir dengan ekspresi sedatar itu. Dan tebak. Pas gw ngulurin ongkos (yang mana saat itu gw parno setengah mati) Dia juga ga melihat gw secuil pun, alias pandangannya lurus ke depan. Dengan ekspresi datarnya dan sikapnya kayak jurig yang ada di tivi", dan aroma melati (jadi pingin bikin teh..) yang gw cium di deket pintu angkot. Gw mau kabur rasanya! Tapi apa daya, tangan terlanjur terulur. Pas gw mau ngasih ke abang angkotnya, tangannya dia tersodor sih, tapi duitnya agak susah nempel karena tangannya dia ga ngegrab uangnya, cuma nadahin tangan doang. Sumpah, reflek karena gw ga mau berurusan lama" dengan itu supir, gw dengan agak melempar ke tangannya, ngasih ongkos, dan gw langsung ngibrit ngehampirin k meta dan adis yang berjarat sekitar 2 meter dari gw.

Dan sejam pascamemberi ongkos itu, gw masih parno dan terngiang-ngiang wajah abang angkotnya (bukan karena suka, tapi ngeri). Ah gila, parno lah pokonya.

Menariknya lagi, karena baru mulai belajar jam 8 malem, karena asyik belajar diselingi dengan mengobrol, kita baru selesai jam 11.15 PM, itu juga selesai karena si adis liat jam dan kaget. Perlu diketahui bahwa angkot udah ga ada jam 11 malem, dan jarak kosan gw dan k meta itu bisa dibilang tidak dekat. Gw dan adis dianter sampe garasi, dan perjalanan selanjutnya adalah petualangan kami.

Gw ga nyangka jam 11 udah sesepi itu. Yah beda kali ya, sama di jakarta atau bekasi, perasaan ga sepi-sepi amat. Jalanan gelap dan perjalanan masih panjang. Adis sama gw udah cengengesan ketakutan aja pas melihat jalan yang kita lalui melewati kebon" gitu. Ah konyol abis.

Kita berjalan dan berjalan. Gw sok" cerita tentang reality show korea yang akhir-akhir ini gw tonton di youtube, padahal napas gw udah megap-megap karena kebawa tegang dan serem. Kalian harus liat, jalanan sepi sekali, dan itu bukan jalan raya, melainkan jalan di perkomplekan yang notabene jalannya tertutup gitu, dan agak kecil lebar jalannya. Gw sama adis udah pasrah. Mana gelap, mana dingin.. Perjuangan untuk belajar kalkulus tak gw sangka seberat ini.

Dan lagi, entah di sebelah mana dari perjalanan kami, horornya, gw kembali nyium bau melati. Sh*t. Masalahnya gw jarang nyium bau melati. Dan gw ga enak kalo musti nanya juga ke adis, 'dis lo nyium bau melati ga?' sedangkan jalan gelap dan sepi (ga ada orang satupun selain kami berdua) dan masih panjang masih tergelar di depan gw. Bisa" kita ga pulang.
ik
Untung kami bisa ngontrol diri untuk jalan sekalem dan se-positive thinking mungkin. Alhamdulillah ga ada yang aneh", di kebon pun ga ada yang manggil-manggil. Hehe.

Ada anak kosan yang bilang, 'liat kakinya ga?'
Kepala gw suruh melongos ke dalem gitu?? Ajegile, gimana mo liat kakinya,orang liat mukanya aja gw udah ngeri stengah mati. Ngulurin tangan gw juga udah luarbiasa berani itu.


Horor ya, gw jarang" mengalami peristiwa horor begitu. Ga lagi-lagi deh, malem" naik angkot sepi dan gw yang ngasih ongkosnya. Mending gw bilang, 'bang, ongkosnya saya taro di kursi ya' langsung ngibrit.
Read more...