Praktik bahasa Indonesia. Gw kesulitan banget nyari bahan. Mau apa gw di depan? Pidato, baca berita, baca puisi? No idea
. Gw langsung konsultasi sama temen kosan gw yang baik hati, vera & ncess. Eh mereka langsung dapet ide. ‘Wik, lo cerita ini aja..’ Terus mereka nyeritain sebuah cerita gitu kan. Sumpah aneh banget ceritanya. Gw garuk-garuk kepala dengernya, tapi pake ketawa juga. Mereka meminta gw buat bacain cerita itu dan gw menolaknya dengan halus. Karena ceritanya begitu aneh. Gw ga mau imej gw sebagai anak setengah waras turun pangkat jadi anak tidak waras sama sekali. Gw ga akan baca cerita itu buat praktik.
Tibalah di H-1 praktik bahasa. Gw masih belum dapet ide. Malemnya, gw desperate mau ngapain praktiknya
. Akhirnya gw berubah pikiran, dengan putus asa gw tulis cerita yang ga jelas itu di secarik kertas. Terus gw iseng latihan baca di depan mereka. Dan gw berhasil membuat mereka terpingkal-pingkal. Haha. Sepertinya otak gw malem itu lagi agak geser ke kanan beberapa derajat. Jadi gw fine-fine aja dengan mengambil keputusan untuk membacakan cerita itu nanti. Setelah gw selesai latihan baca, gw balik ke kamar. Gw tidur dengan nyenyak seperti bayi.
Keesokan paginya..
Cit cit cit.. (bunyi burung ceritanya) Gw terbangun dan langsung kepikir tentang bahasa Indonesia. Kepikir tentang cerita yang ga jelas itu. Lalu gw seperti baru sadar dari mabuk (gw curiga jangan-jangan vera sama ncess masukin vodka ke botol minum kelinci gw lagi). Gw menyadari kalo ceritanya begitu aneh, dan gw ga mau bacainnya. Terus gw berlari ke kamarnya vera, gw protes. ‘Ah vera! Gw ga mau bacain cerita itu ah!’ Gw juga bingung, seakan-akan gw wajib gitu mesti baca tuh cerita. Terus vera memprovokasi gw dengan sedemikian indahnya sehingga gw mikir.. Udah lah.. Kali ini gw hancurin aja sekalian praktiknya. Jadi gw memutuskan buat baca cerita itu, malah gw pun memilih music pembukanya, semacam lagu cina gitu. Berharap penonton ntar setidaknya bakal senyam-senyum dikit. Gw juga udah gunting” karton gitu, buat ditebarin di akhir ceritanya, sebagai tanda happy ending.
Gw pasrah
.
Pukul 11 kurang 15 gw berangkat ke sekolah. Setibanya di depan ruangan ujian gw merekrut 3 orang temen buat jadi model: Yahya sebagai profesor(wetts, lo jadi bintang di blog gw, men), Yufie sebagai wanita (gw sengaja ga ngasih nama), dan Robi’I sebagai robot. Mereka begitu baik meng-iyakan tawaran buat ngebantu gw. Setelah gw gladi bersih bareng mereka, gw ngeringkuk di lantai. Menunggu masuk ke ruangannya. Gw ga percaya gw akan mengambil keputusan ini
(ceilah).
Beberapa saat kemudian kelompok gw disuruh masuk ke ruangannya (AV biologi). Lalu kami dipanggil acak suruh maju ke depan. Gw udah ga tenang dari awal. Gw menunggu giliran gw… Kok ga dipanggil”? Dan pada akhirnya, setelah semua anak di kelompok gw dipanggil, tinggal gw yang belum. Gw yang terakhir. Ya sudah.. Save the silliest for the last.
Gw maju beserta model” gw... Gw nyalain musik dari hape, music cina akustik yang openingnya kuno” gitu. Lalu gw mulai membacakan cerita…
“Alkisah di tahun 2015.. Seorang peramal yang tersohor dan terkenal akan kejituan dan kebenaran ramalannya membuat gempar dunia. Ia membuat ramalan bahwa dunia akan musnah tepat sebelum tahun 2020 dimulai. Para ahli dan ilmuwan meneliti kebenaran ramalan tersbut lalu mereka berlomba-lomba menemukan alat yang dapat mencegah akhirnya dunia tersebut. Namun, dari seluruh ilmuwan yang berusaha, hanya seorang yang bisa menemukan alat tersebut, Dialah Profesor Ocha Nomizu.. (Terus Yahya maju ke depan) Profesor Ocha berhasil menemukan sebuah robot yang bisa mencegah dunia berakhir (Terus robi’i maju ke samping yahya). Selain itu robot tersebut didesain dengan emosi dan perasaan. Profesor OchaNomizu membesarkan robot itu dengan penuh kasih sayang, layaknya anak sendiri (di bagian ini Yahya sok” meriksa badan robi’I gitu sebagai robot. Gw curiga jangan” emang yahya mau grepe” robi’i.
hihi, bercanda yahya.) . Waktu berlalu, sampai tibalah penghujung tahun 2019, yaitu tanggal 31 desember 2019. Tiba-tiba pada hari itu Profeso Ocha meninggal dunia (Yahya langsung duduk, tiduran). Orang-orang menjadi panik karena di tanggal itulah penentuan akhir dunia atau tidak. Tiba-tiba seorang wanita berteriak memanggil professor ocha, “Profesor Ocha! Profesor Ocha!” (Yufie ke depan terus akting panic tanpa suara) . Robot professor yang mendengar teriakan itu merasa sedih sekaligus kesal, mengingat pencipta yang disayanginya telah tiada. Untuk melampiaskan kekesalannya, robot itu pergi ke kota, lalu menghancurkan gedung-gedung, memecahkan kaca pertokoan dan membakar gedung” (Robi’i gerak” menceracau gitu di depan anak” – gw ketawa sendiri ngeliatnya). Lalu, tibalah tanggal 1 Januari 2020. Pada nyatanya dunia belum berakhir. Saat itu wanita yang kemarin telah memanggil professor, kini kembali berteriak ‘Profesor Ocha! Profesor Ocha!’. N
amun kali ini hal ajaib terjadi. Profesor Ocha bangkit dari kuburnya dengan tubuh setengah tulang belulang. (Yahya berdiri lagi) Lalu professor menghampiri wanita itu dan kemudian mereka saling bertatapan. (Yahya sama Yufie liat”an, gw cerita sambil ketawa
abis mukanya yahya udah merah gitu nahan ketawa) Ternyata mereka mempunyai hubungan special di masa lalu. Habis itu, mereka memutuskan untuk berbincang sambil minum kopi. Hubungan mereka bertambah akrab, sampai suatu hari mereka berdua sepakat untuk menikah. (Yahya & Yufie jalan berduaan) Mereka berkomitmen untuk tidak mempunyai anak. Mereka ingin mengangkat robot itu sebagai anak mereka.(Yahya, Yufie, sama Robi’I bertiga berjejer kayak keluarga berencana gitu. Haha) Sejak saat itu, mereka hidup bahagia untuk selamanya.”
Lalu gw menebarkan karton yang udah gw gunting kecil” ke mereka bertiga. Udah kayak orang gila aja gw. Hehe. Gw berhasil membuang waktu guru pengawas dan teman" dengan cerita gw yang ga jelas. Gw berhasil menguasai pikiran mereka. Mungkin selanjutnya gw bakal menguasai dunia. HAHAHAHAHA ![]()
(kerasukan setan plankton)
Yah begitulah praktik B.Indo gw
. Walaupun kacau, setidaknya ga sekacau kimia :p
1 respon dari pembaca:
wieke..
gw ngakak baca posting lo gara2 ngebayangin muka lo pas bacain cerita itu di depan anak2 kelas lo
tapi gw bisa tarik kesimpulan bahwa..lo memang edan,ahhaahha...
Post a Comment